Sunday, December 27, 2015

LBN, CIHERAS dan LAN Begini Kisah Inspiratifnya

Tulisan perjalanan kecil Ricky Elson setelah 4 tahun di Negeri yang selalu mencintainya dan belum terbalas.

Kembali pulang ke negeri ini, dengan niat awal membangun kembali kepercayaan diri saya dan anak negeri untuk mewujudkan kemandirian energi, pangan dan air beserta teknologinya di Juni 2011. BErsama beberapa anak muda, kami mendirikan Lentera Angin Nusantara (LAN).

Site Ciheras, Foto : Ricky

Berbekal teknologi kincir angin penari langit  yang saya dan tim kembangkan di Jepang. Januari 2012 kami mendirikan site penelitian dan pengembangan teknologi pemanfaatan energi angin di Desa Ciheras. 

Tahun 2012 membangun pondasi hanya dengan belajar, mengukur, mengamati, dan memahami sang penari langit bekerja, dalam terik, hujan, badai dan kerasnya cuaca pinggir pantai Ciheras yang masih dipenuhi penggalian pasir besi.

Tahun 2013, Tim LAN menapakkan kaki ke Pulau Sumba, menyiapkan segala sesuatu untuk implementasi pertama para penari langit kecil tersebut di Desa Kalihi dengan 20 kincir angin. Penari langit dan tim melanjutkan persiapan di 3 desa berikut.

Tahun 2014, perjalanan panjang implementasi 100 kincir angin penari langit di 4 desa pulau sumba berhasil mereka tuntaskan. Akhirnya setelah 69 tahun kemerdekaan warga bisa menikmati manfaat energi listrik, dari tenaga angin, di awal September 2014. Baru kemudian tanggal 6 Oktober seperti janjinya pada Menteri BUMN saat itu, akan membuktikan bahwa pembangkit listrik tenaga angin bisa berhasil di Indonesia, dalam jangka waktu beliau menjabat sebagai menteri, Saya mengajak beliau mengunjungi desa-desa yang telah diterangi listrik dari kincir angin kami.

Diskusi di Site Ciheras Foto Ricky Elson
Sebagai obligasi diberikan kesempatan membangun site Ciheras dan meneruskan pengembangan teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Angin (PLT-Angin), saya memenuhi permintaan beliau mengembangkan teknologi kendaraan listrik di mulai dari mesin mobil listrik buatan Indonesia pertama, 6 Agustus 2012 di PT Pindad, hingga lahirnya Tucuxi, Selo, Gendhis, Becak Bantu Listrik dan SeKutNix (Sekuter Elektronik) bersama tim kupu-kupu malam.

Sedikit demi sedikit kepercayaan diri kami tumbuh. Site Ciheras berkembang, ribuan anak negeri dari SD hingga S3 dan para Dosen datang ke Ciheras, belajar bersama, meneliti bersama, dan mengembangkan teknologi besama, dan saya juga berusaha memenuhi janji awal kepulangan pada pak DI, untuk mengunjungi seluruh perguruan tinggi, membakar semangat anak-anak muda, mengajak mereka berkarya.

Berbagai pertanyaan timbul, Bagaimana mengelola Ciheras? Ya, sejujurnya dari hasil tabungan dan sedikit dari titipan gaji Pak DI selama menjabat Menteri BUMN periode lalau, Rp. 19 Juta dari Mei 2012 hingga Oktober 2014, yang seluruhnya saya gunakan untuk operasional kegiatan Ciheras, mengirim anak-anak mudake desa-desa terisolir untuk membangun semangat mereka.

Tapi bagaimana mengajak kepada kemandirian jika kami sendiri masih belum mandiri. Dengan niat tersebut dari Lentera Angin Nusantara (LAN) yang hanya bervisi membangun semangat berkarya, Januari 2015, Kami mendirikan Lentera Bumi Nusantara (LBN), untuk mulai membangun jiwa Enterpreneurship dengan filosofi Profit for Benefit, dimana hasil dari unit usaha yang kami kembangkan adalah untuk membiayai kegiatan Research and Development (RnD) kami.

Di bidang agribisnis kami mulai dari belajar budidaya ikan lele, budidaya jahe, kacang tanah untuk minyak virginnya, ternak kambing, memproduksi VCO, sari mengkudu, berupa usaha bersama yang bisa dikembangkan bersama masyarkat Desa Ciheras yang mayoritas petani.

Tahun ini, kami baru menyelesaikan penanaman 1 ton bibit jahe, sekitar 1/2 Ha. Penanaman kacang tanh seluas 1 Ha ditambah warga 1 Ha. Menyiapkan kolam lele 6 x 8 m sebanyak 38 unit, dari uji coba 6 bulan telah menghasilkan sebanyak 1,5 ton untuk 2 kali masa tanam di 3 kolam kecil.

Tanaman Jahe di Site Ciheras Foto Ricky Elson

Untuk VCO dengan teknologi fermentasi dan mendapatkan izin PIRT Kabupaten Tasikmalaya, kami sudah mampu berproduksi 1000 botol 130 ml setiap bulan dan baru mulai kami pasarkan sejak awal Desember Desember ini. Mulai Januari 2016 kami juga bisa memproduksi sari mengkudu 100 l per bulan.

Di bidang teknologi pengelolaan air, bekerja sama dengan teknokrat ternama kami sedang menyelesaikan prototype mesin pengolahan air tawar/sungai yang kotor ke air layak konsumsi.

Di bidang kendaraan listrik kami juga terus mengembangkan teknologi mesin penggerak listrik, seperti membantu Universitas Indonesia dalam mengembangkan mesin untuk program mobil listrik nasional LPDP dan juga beberapa kerja sama dengan pihak swasta dan sedang berncana menyiapkan program pengembangan 2 tipe mobil listrik baru di tahun 2016 nanti.

Di bidang teknologi kincir angin sendiri, pendampingan industri lokal untuk teknologi produksi komponen kincir angi seperti bilah, gearbox dan necel serta generator terus dijalankan, dan saat ini kami sedang mengembangkan kincir angin seri penari langit generasi  dengan kapasitas 4 kali lebih besar dari original yang dikembangkan di jepang, 2000 w per  dan 100 % dikembangkan putra-putri negeri ini. Tentu juga proses transfer teknologi di Ciheras juga terus berjalan, dimana setiap bulan 15 hingga 20 mahasiswa kuliah praktek di Cheras.

Begitu juga persiapan penerbitan buku-buku berbasis teknologi yang kami kembangkan disini di tahun 2016 kelak. Namun harus dipahami proses RnD teknologi itu membuthkan waktu yang panjang, perjuangan yang berat, biaya yang juga besar tak bisa langsung dipetik begitu saja bila perlu.

Dan banyak lagi yang ingin kami lahirkan sebagai bentuk upaya kami terus berkarya dan bermaanfaat bagi diri kami, Negeri dan bangsa kami dan kelak bagi dunia. Tentu semua tak bisa kami lakukan tanpa dukungan dan kerja sama dengan berbagai pihak.

Memang selama ini saya menolak segala bantuan yang bersifat donatur atau urunan, karena kekhawatiran kami tak mampu mengemban amanat dan menjadi terbiasa harus dibantu terlebih dahulu untuk berbuat baik. Kami ingin berupaya dari kami semaksimal mungkin dan kelak kami dibatu dengan membeli serta mengaplikasikan karya kami yang benar-benar bermanfaat.

Catatan Pengingat Perjalanan Oleh Ricky Elson, 20151221 

No comments: