Saturday, August 8, 2015

Bulan September Tahun 2015 Dampak El Nino Kian Memuncak

Berdasarkan hasil pantauan Badan Meteorologi dan Geofisika, dampak El Nino yang terjadi di Indonesia kian menguat hingga mencapai puncak pada bulan September, yang dapat menagkibatkan musim kemarau di tahun 2015 lebih terasa panjang dibandingkan pada tahun 2014 sejurus pada kemunduran awal musim hujan di tahun 2015-2016.

Agustus hingga Desember 2015 merupakan level moderat El Nino dan akan terus menguat, El Nino salah satu gejala alam yang nampak terkait  adanya kenaikan suhu permukaan laut di atas rata-rata pada lautan Samudera Pasifik sekitar ekuator antara lain daerah Amerika latin, Peru dan Negara Chile.

Sementara di Indonesia mengakibatkan dampak kemarau, kekeringan yang panjang di beberapa provinsi dan daerah antara lain Indonesia bagian timur (Papua, Sulawesi, Nusa Tenggara, Kalimantan), sementara di Pulau Suamtera yang akan terdampak antara lain Bengkulu, Suamtera Selatan, Lampung, Riau dan Jambi yang merupakan daerah yang terletak di bagian Lintang Selatan Khatulistiwa. Hal yang perlu di ketahui bahwasanya El Nino tidak lah sama dengan gelombang panas. 

Tuesday, July 21, 2015

Sumba Desa "Penari Langit"

Sambutan yang luar biasa dari penduduk desa dan sanggat menggembirakan ketika ada banyak "Penari Langit" (baca: Kincir Angin) hadir di dusun mereka yang jauh dari kesan hingar bingarnya penerangan cahaya lampu listrik yang dinikmati penduduk kota. 

Dengan hadirnya listrik yang dihasilkan oleh "Penari Langit" wargapun begitu bersyukurnya. Sebelumnya memang sudah ada listrik dari pembangkit listrik tenaga air hanya saja jaraknya yang jauh ke rumah rumah penduduk sehingga berakibat mahalnya ongkos untuk mendapatkan listrik. 

Penari Langit bermula dari hasil survei yang dilakukan pada tahun 2012 menunjukkan potensi angin diperkampungan ini untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan.

Saturday, May 30, 2015

DAUN KERING Catatan Perjalanan Angkatan IV bagian 2

Malam itupun kami beristirahat di bivak, setelah makan malam yang telah disediakan panitia. Tak banyak kegiatan pada malam itu, kami hanya bercerita-cerita dengan suara pelan agar tidak terdengar oleh panitia, karena jarak bivak kami dengan tenda panitia tidak terlalu jauh kira-kira 15 meter-an lah.

“uuhhh,gx bisa tidur kira-kira jam berapa sekarang ya...”, malam sudah larut kami bergantian menjaga api jangan sampai mati, karena api satu-satunya sumber pencahayaan kami. Dengan beralaskan karung serta dedaunan akhirnya kamipun tertidur, entah tak tahu jam berapa kami semua dapat memejamkan mata, namun yang jelas suasana malam itu sudah sangat sepi hanya suara jangkrik dan hawa dingin sudah merasuk sekujur tubuh, yang jika sekitar pukul 23.00 WIB tadi kami masih dapat mendengar suara motor yang lewat ataupun suara warga yang ngobrol di tepi jalan yang memang tempat camp 1 ini tidak jauh dari jalan aspal. Sesekali sayapun terbangun untuk menambahkan kayu bakar yang sudah mulai habis dimakan api, yang membuat suasana gelap di sekitar bivak setelah api sudah mulai menerangi bivak kami, sayapun tertidur.

Hari Kedua (15 Fabruari 2009)

“Bangun, bangun…sudah pagi.”, suara Nirman membangunkan kami dan kamipun bangun. Tak lama kemudian, kami di panggil oleh panitia “siswa..siswa, segera menuju sumber suara”. Kami berlima diperintahkan untuk senam pagi, kira-kira sekitar 10 menit kami melakukan senam sebagai pemanasan setelah itu kamipun bergiliran menyikat gigi dengan satu sikaaaat, “oooh nooo...”. Setelah menyikat gigi, kami diberi sedikit arahan dari orang yang perwakan cukup tinggi dan kulit sedikit gelap dan pake kacamata lagi, “...dan saya akhirnya tahu bahwa dia itu ternyata korlap, ya… koordinator lapangan”.

Sunday, April 19, 2015

DAUN KERING Catatan Perjalanan Angkatan ke-IV



Tak begitu pasti apa makna yang tersimpan dibalik nama angkatan kami, namun ada suatu pemikiran yang muncul dan terlintas dibenak ketika mendengar dan melihat daut kering. Sekilas selembar daun kering yang berasal dari tumbuhan apapun itu adalah sampah. Sampah yang dianggap orang tidak berguna bagi orang yang tidak mengerti cara mengolahnya. Jika daun kering diolah menjadi sampah dapat menjadi pupuk organik dan tentunya memberikan manfaat bagi yang ada disekitarnya. Daun kering akan bernilai jual tinggi jika dioleh dengan benar, hanya perlu polesan sedikit maka akan menjadi suatu karya yang mengagumkan. Daun kering tidak perlu pengawet agar dapat tahan lama, daun kering tidak akan habis dimakan rayap, daun kering akan tetap seperti bentuknya ketika ia jatuh ke bumi. 
Caang merupakan istilah untuk calon anggota. Waktu mengikuti rangkaian kegiatan dari panitia Diklat Lalang IV, kita sering disebut dengan sebutan caang.

Pada hari ini, tepatnya pada tanggal 16 November 2008 kami resmi menjadi calon anggota yang ditandai dengan penyematan scraf warnah merah. Liat tu fotonya waktu technical meeting, waaah…(hahaha..), kita absen dulu ya, “ada sangkut asma, martin, refzon, citra, endri, brother dedi, nirman, tulus” duuh… maaf ya cuma itu yang ingat namanya (maklum belum begitu kenal..), tapi kayaknya ada sesuatu yang hilang nich, ya Opi, mana saudari Opi yanti?? (belum eksis di kamera jadi gx ada fotonya, panitia belum nyadar kalo dia foto genik hahahah….vis V). Bagaimana ya keadaan mereka saat ini, semoga sehat-sehat aja ya teman dan masih dilindunganNya.

Friday, March 27, 2015

MILAD KE-X Madyapala UMB



” Mari bersatu sehat membangun demi tercapainya kebebasan berpikir, bertindak berprilaku dalam menciptakan generasi pemuda-pemudi yang  Religius, Unggul dan mampu Bersaing”
BENGKULU, bengkuluekspress.com – Dalam upaya meningkatkan kulitas pemuda baik mahasiswa pencinta alam, maupun organisasi lainnya, Madyapala Universitas Muhamadyah Bengkulu (UMB) dalam waktu dekat berencana akan menggelar pembukaan Milad-X (hari jadi Madyapala) pada tanggal 31-05 April bertempat di kampus 1 dan 3 UMB. Selain memberikan wadah yang sangat positif bagi seluruh mahasiswa pecinta alam maupun organisasi lainnya, tentunya Milad ke-X ini juga sangat memberi manfaat bagi para mahasiswa dalam mengembangkan kreatifitas Organisasi Madyapala UMB itu sendiri.
Saat ditemui bengkuluekspress.com (26/03), Ketua Madyapala Universitas Muhamadyah Bengkulu (UMB), Beni Maliansyah mengatakan “ acara ini kami gelar dengan maksud agar para pemuda-pemudi khususnya di kota Bengkulu ini dapat  mengembangkan serta  menyalurkan potensi minat dan bakat pada diri masing-masing seseorang tersebut agar terwujud nya generasi-generasi mahasiswa yang unggul, berkualitas cerdas dan bersatu, Ungkapnya”.
“ Acara Milad-ke-X ini juga dapat kita jadikan sebagai tempat untuk saling mempererat jalinan silaturahmi antar seluruh pemuda-pemudi agar selalu tetap saling  sehat membangun, demi tercapainya kebebasan berpikir, bertindak dan berprilaku Sehingga terciptanya lah generasi pemuda-pemudi yang mempunyai Integeritas, berakhlak mulia juga bertanggung jawab,Ujar Beni”.
Dalam kesempatan lain Ketua pelaksana kegiatan, Oki Aprizal  juga  mengungkapkan,”Dalam Pergelaran Milad ke-X ini ada beberapa rangkaian perlombaan yang nantinya bisa seluruh mahasiswa dan teman-teman ikuti, karena kegiatan Perlombaan ini sengaja kami buka secara umum agar semua kalangan nantinya dapat untuk ikut berpartisipasi menyalurkan minat dan bakat yang dimilikinya, Ucap Oki Salah satu Anggota Muda Madyapala Universitas Muhamadyah  Bengkulu ini”.
“ Adapun Beberapa Kategori perlombaannya yaitu meliputi, Bouldering (panjat dinding), Hasta karya bahan sampah, MTQ, Azan, Rangking 1 dan Stand Up Comedy.  Untuk syarat dalam mengikuti perlombaan ini,  peserta hanya cukup Mengisi Formulir pendaftaran dan membayar uang Admiminisrasi yang besarnya sudah ditentukan panitia berdasarkan kategori jenis lomba yang diikuti di Sekretariat Madyapala UMB Jl. Bali Komplek Universitas Muhamadiah Gedung D Kota Bengkulu.
Oki Aprizal juga menambahkan,” tidak itu saja, bagi peserta yang sudah mengisi formulir dan membayar uang Admiminisrasi   peserta juga akan dapat menikmati fasilitas-fasilitas pendukung dari panitia seperti piagam penghargaan, Konsumsi, Nomor peserta, Dokumentasi dan Striker dari Panitia. Untuk para pemenang kami juga telah mempersiapkan beberapa hadiah khusus yang menarik yaitu berupa Uang tunai dan satu buah Piala.  Tutup Oki”(Andri.Com)

Sunday, October 19, 2014

SEMANGAT ENERGI TERBARUKAN

Pangsa konsumsi energi di Indonesia di dominasi oleh minyak, diikuti oleh gas, batu bara, dan energi hidro dan produk petroleum akan meningkat untuk memenuhi meningkatnya permintaan domestik Dengan pertumbuhan konsumsi yang cepat, diperkirakan bahwa tanpa sumber daya energi yang baru dan upaya efisiensi energi, Indonesia dapat menjadi importir minyak murni dalam waktu dekat.
Untuk mengurangi pangsa bahan bakar fosil, terutama untuk pembangkit listrik, pemerintah telah berinisiatif untuk meningkatkan penggunaan sumber energi terbarukan. Penggunaan energi terbarukan untuk elektrifikasi pedesaan di indonesia berpotensi, karena ribuan pulau dari kepulauan membuatnya sulit untuk membangun sistim distribusi listrik yang saling terhubung, baik secara fisik maupun secara finansial, oleh karena itu desentralisasi listrik pedesaan dapat menjadi pilihan terbaik.
Potensi sumber energi terbarukan di Indonesia meliputi 4,8 KWh/m2/hari energi surya, 458 MW energi mini/mikro hidro, 49,81 GW Biomassa, 3-6 M/detik tenaga angin, 3 GW nuklir (cadangan uranium). Indonesia juga memiliki sumber energi hidro yang besar dengan total potensial diperkirakan 75,67 GW. 
Walaupun potensi dari energi terbarukan seperti biomassa, panas bumi, energi surya, energi angin, dan energi lautan relatif tinggi, namun tidak digunakan secara signifikan, yakni kurang dari 4 % pada taun 2007. Kebijakan energi nasional Indonesia bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada minyak dan gas dan untuk membuat variasi campuran energi dengan meningkatkan pangsa dari sumber energi yang lain seperti energi terbarukan. Indonesia telah menargetkan untuk memenuhi pangsa dari energi terbarukan sampai dengan 17 % pada tahun 2025, seperti yang dinyatakan dalam Cetak Biru Program Penerapan Energi Nasional 2007-2025 (ESDM, 2007).

Monday, January 6, 2014

SURAT YANG DITULIS PADA TAHUN 2070

Saat ini adalah tahun 2070, usia saya baru 50 tahun, tetapi penampilan saya seperti seseorang yang telah berusia 85 tahun. Saya menderita gangguan ginjal serius, karena saya tidak minum dengan cukup. Saya khawatir saya tidak memiliki waktu lebih lama lagi untuk hidup. Saya adalah salah satu orang tertua di masyarakat. Saya ingat sewaktu saya berusia 5 tahun, semuanya tampak berbeda. Banyak pepohonan di taman, rumah-rumah memiliki kebun yang indah dan saya dapat menikmati mandi selama setengah jam. Saat ini, kita menggunakan handuk dan minyak pencuci untuk membersihkan tubuh kita. 
Dahulu, wanita memiliki rambut yang indah saat ini, kita harus mencukur kepala untuk menjaganya tetap bersih tanpa menggunakan air. Dahulu, ayah ku mencuci mobilnya dengan air yang keluar dari selang, saat ini, anak ku tidak percaya bahwa air dapat digunakan dengan cara seperti itu. 
Saya ingat bahwa peringatan SELAMATKAN AIR di poster-poster, radio dan TV tapi tidak satu orangpun yang memperhatikannya. Kami pikir air tidak akan pernah habis. Saat ini, semua sungai, danau, waduk dan lapisan air bawah tanah kering atau terkontaminasi. Industri hampir berhenti dan pengangguran mencapai proporsi yang mengkhawatirkan. Instalasi desalinasi adalah penyerap utama tenaga kerja dan para karyawan menerima air minum sebagai bagian dari upah mereka.

Sunday, November 24, 2013

Pengelolaan Sumber Daya Air Berbasis Masyarakat

Apa yang terjadi jika sumber daya air tidak mampu kita jaga dan kelola dengan baik, akan muncul berbagai masalah yang bermula dari terlalu, semisal:
Terlalu Banyak berakibat pada banjir, terlalu sedikit berakibat pada kekeringan, terlalu kotor berakibat pada penyakit. Diibaratkan seperti "Warung Jamu" tidak terpenuhi:
Secara waktu: butuh di kemarau adanya di penghujan, secara ruang : butuh di A adanya di B, secara jumlah : butuh banyak adanya sedikit, secara mutu : butuh bersih adanya kotor.
Identifikasi masalah dalam pengelolaan sumber daya air berbasis masyarakat :
Ketahanan pangan dan energi terkait air
Mitigasi dan adaptasi perubahan iklim
Konservasi sumber daya air
Pendayagunaan sumber daya air
Bencana terkait daya rusak air
Data dan informasi sumber daya air
Partisipasi masyarakat
Ego sektor dan ego wilayah

Landasan Hukum
Peraturan perundangan terkait air:

Wednesday, October 23, 2013

7 Langkah Selamat Dari Gempa Bumi (Panduan Keselamatan Keluarga)

Gempa bumi tidak membunuh, bangunanlah yang membunuh, kesiapasiagaan bencana bisa di mulai dari rumah, namun ini biasanya yang sering terlupakan. Biasanya sibuk bagaimana menyiapsiagakan kantor kita, komunitas dimana kita bekerja dll. Namun lupa menyiapkan yang di rumah. Padahal rumah lah tempat dimana cinta dan kasih sayang kita berada,istri/suami, anak-anak, ayah atau ibu ada di rumah. Kita wajib melindungi mereka dari ancaman gempa.
Rumah memiliki struktur yang berpotensi mencelakai penghuni rumah di saat terjadi gempa, oleh karena itu rumah perlu kita perkuat, perabotan yang ada di dalamnya pun harus kita amankan. Sehingga dalam Buku ini berisi tujuh langkah keselamatan di rumah yang di tulis oleh Ujang Dede Lasmana.

Saturday, September 28, 2013

EKSIS Madyapala UMB

EKSIS : Estafet Kepemimpinan yang Solid, Integritas dan Solusi.
Kepemimpinan memiliki arti penting dalam pencapaian tujuan organisasi baik organisasi usaha, organisasi sosial maupun organisasi pemerintahan. Kepemimpinan berarti memanfaatkan energi orang-orang di sekitarnya, memberikan arah dan menyelaraskan upaya mereka. Kepemimpinan yang kuat dapat dipastikan akan membuat organisasi semakin lebih baik.
Organisasi yang sukses pada umumnya memiliki pemimpin yang kuat dan Visioner dan mereka telah berhasil menjadi pemimpin yang hebat sehingga meskipun mereka tidak lagi menjadi pemimpin,namun aroma kepemimpinannya masih dikenang oleh anggota maupun stakeholders yang lainnya

Sunday, August 25, 2013

KESEIMBANGAN ALAM DALAM ISLAM

Semua sumber ajaran islam terutama Al-Qur'an memberikan dasar yang kuat pada ilmu alam dengan tujuan untuk memahami kehidupan. Al-Qur'an yang mengandung banyak ayat-ayat yang memerintahkan manusia untuk mempelajari alam-sistem tata surya, elemen-elemen bumi serta flora dan fauna. Tujuan sebenarnya dari perintah yang diulang-ulang dalam Al-Qur'an adalah untuk memberikan pemahaman yang menyeluruh tentang hakekat Allah SWT sebagai Sang Pencipta alam semesta. Tetapi yang ingin kami garis bawahi disini adalah bahwa penciptaan satwa memperoleh tempat yang menonjol dalam firman-firmanNya. Beberapa diantaranya adalah:
Dalam berbagai ayat,Al-Qur'an berbicara tentang proses penciptaan dan menyebutkan bahwa mahluk ciptaan Allah diciptakan berpasang-pasangan. Menurut kitab suci ini, tidak hanya kehidupan satwa, tetapi setiap jenis tumbuhan juga diciptakan berpasangan antara jantan dan betina.
Alqur'an yang telah ada sejak 14 abad yang lalu,  kitab suci ini merupakan sumber informasi ilmiah yang paling jelas. Ayat-ayat berikut menggaris bawahi poin yang sangat penting bahwa setiap spesies diciptakan secara biologis untuk berkembang biak dengan tujuan melestarikan keturunannya sehingga mahluk hidup tersebut dapat terus memainkan peranannya di alam.

Sunday, July 7, 2013

PIDANA DALAM PENEGAKAN HUKUM LINGKUNGAN (part2)

Penyidik dalam Pasal 94 Ayat 1 dalam hal ini adalah Penyidik Polri dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil Lingkungan Hidup. Skema koordinasi antara Penyidik Polri dan PPNS-LH.

Sunday, June 23, 2013

PENEGAKAN HUKUM LINGKUNGAN (bagian 1)



Kerusakan lingkungan yang terjadi akibat ulah manusia yang mengambil keuntungan dari alam yang bertindak di luar batas kewajaran tanpa memikirkan dampak buruk akibat dari proses yang mereka lakukan seringkali berimbas pada masyarakat. Di dalam peaturan penegakan hukum lingkungan yang didasarkan pada Undang-undang No. 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Ruang lingkup UU No. 32 tahun 2009 meliputi siklus yang saling terkait dan tidak terpisahkan dimulai dari perencanaan, pemanfaatan, pengendalian, pemeliharaan, pengawasan dan penegakan hukum.

Friday, May 31, 2013

DAYA TAHAN TUBUH BERAKTIVITAS DI ALAM BEBAS

Daya tahan tubuh sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor antara lain:
Pertama Kebutuhan Oksigen
Oksigen sangat penting bagi proses penyediaan energi dalam tubuh selama melakukan perjalanan.   Seringkali kita harus melakukan suatu proses aklimatisasi guna menyesuaikan kemampuan tubuh dengan kadar oksigen setempat. Kekurangan oksigen mengakibatkan Hipoksia. Alat yang digunakan untuk mengkur kadar oksigen dalam darah adalah oximetry pulse.

Kedua Kebutuhan Cairan
Dalam keadaan normal manusia tidak dapat hidup tanpa air. Beberapa penulis mengatakan manusia dapat hidup tanpa air kurang lebih selama 3 hari, tetapi ada pula yang mengatakan dalam suhu 20 derajat-30 derajat celcius orang dapat bertahan hidup tanpa air selama 8 hari.
Sebagai gambaran kebutuhan air dalam tubuh kita adalah :
a. Suhu 10 derajat celcius diperlukan air satu liter per 24 jam
b. Suhu 20 derajat celcius diperlukan air empat liter per 24 jam
c. Suhu 30 derajat celcius diperlukan air lima liter per 24 jam
d. Suhu 40 derajat celcius diperlukan air enam liter per 24 jam
Jadi dapat disimpulkan bahwa dengan meningkatnya suhu, manusia akan semakin membutuhkan air akibat meningkatnya metabolisme di dalam tubuh, sehingga dapat dikatakan air adalah mutlak ada dalam kehidupan manusia.

Wednesday, May 29, 2013

Kesehatan Perjalanan (Pendaki Gunung Dilarang Sakit) part2

Lanjutan dari tulisan sebelumnya Kesehatan Perjalanan (Pendaki Gunung Dilarang Sakit) part1 kali ini akan kita bahas tentang kesehatan fisiknya. Fisik yang baik tidak dapat dicapai dalam waktu singkat, tetapi hanya dilakukan dengan latihan yang teratur dan continue. Dalam kegiatan di alam terbuka semacam pendakian gunung, menempuh rimba,dan penyusuran pantai diperlukan suatu kemampuan fisik yang memadai.


Karena tanpa kondisi fisik yang memadai, penggiat kegiatan alam terbuka tidak akan dapat melakukan kegiatannya dengan aman. Untuk ini kemampuan sistem jantung, paru-paru dalam tubuh haruslah terlatih.
Salah satu prinsip latihan untuk dijadikan pegangan oleh penggiat kegiatan alam terbuka yang meningkatkan kondisi fisik, adalah dengan melakukan kegiatan latihan yang intensif, dengan intensitas latihan yang terukur. Untuk menjaga tingkat kebugaran dalam kondisi yang baik, sebaiknya ukuran intensitas latihan adalah 70-80% dari Denyut Nadi Maksimal (DNM), dan sebaiknya dipertahankan dalam waktu 10-30 menit.

Saturday, May 25, 2013

Kesehatan Perjalanan (Pendaki Gunung Dilarang Sakit) part1

Secara umum, kesehatan perjalanan dapat diartikan sebagai hal-hal yang mencakup keadaan kesehatan pada suatu perjalanan. Sedangkan tujuan kesehatan perjalanan adalah untuk mencapai sesehat-sesehatnya selama dan sesudah melakukan perjalanan. 
Dengan melihat arti secara umum dan tujuannya, maka hal-hal yang dibicarakan menyangkut tentang persiapan perjalanan secara umum, antara lain: persiapan fisik; persiapan mental; pengetahuan praktis tentang kesehatan; perbekalan/gizi.

Sehat mental (tantangan emosional)
Faktor mental memang sulit untuk dipahami, bahkan kadang-kadang sering diabaikan. Padahal tanpa keseimbangan antara faktor fisik dan mental, maka tujuan suatu perjalanan tidak akan tercapai dengan memuaskan.
latihan fisik yang baik akan membantu mengembangkan mental, rasa percaya diri dan kepekaan. Mental yang sehat juga berasal dari dalam, dari pemahaman  siapa (dan apa) dari kita ini, dan dari pengertian dimana kita berada, sebagai suatu kesatuan yang utuh. Di alam bebas, kita harus percaya pada kemampuan kita untuk mengatasi segalanya.

Monday, October 29, 2012

MOMENT KEAKRABAN MELIHAT LANGSUNG “ICON BENGKULU”



Bunga rafflesia (Rafflesia Arnoldi) kembali ditemukan mekar  di kawasan cagar alam Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah. Mekarnya bunga rafflesia menjadi tempat berkunjung wisatawan untuk melihat langsung puspa langka tersebut.
Berkunjung melihat rafflesia mekar Jumat, 19 Oktober 2012 menjadi moment keakraban bagi sekelompok wisatawan, dengan melihat langsunng “Icon Bengkulu”. Rafflesia yang ditemukan adalah jenis arnoldi dengan diameter ± 75-80 cm dan diketahui baru 2 hari mekar yang terletak tidak jauh disebelah kiri jalan raya lintasan Kota Bengkulu-Kepahiang, tidak jauh dari itu ± jarak 1 meter kiri-kanan masih ada 2 buah bonggol lagi yang diperkirakan akan mekar 3 bulan ke depan.

Untuk memudahkan pengunjung melihat icon Bengkulu itu warga setempat/penjaga pos memasang sejumlah tanda di pinggir jalan dengan membentangkan spanduk dari komunitas peduli puspa langka Bengkulu untuk memudahkan pengunjung mencapai lokasi bunga mekar. Serta agar bunga tersebut  terhindar dari

Saturday, October 6, 2012

Berlomba Menciptakan Ruang Hijau



Kota-kota dunia berlomba mewujudkan ruang hijau sesuai standar internasional. Hal ini terungkap dari laporan UN Habitat yang dirilis baru-baru ini (1/10). Menurut WHO, standar internasional untuk ruang hijau adalah 9 meter persegi per kapita. Dari Asia, Timur Tengah hingga kota di Amerika Latin berupaya memenuhi standar minimal ruang hijau ini.
Kota Shenzhen di China, misalnya, telah membangun 435 taman baru sebagai bagian dari "Eco-city Programme" dan "Garden City Plan" dalam lima tahun terakhir. Kota ini berhasil meraih rasio ruang terbuka hijau per kapita 16,3 meter persegi pada 2009.
Manfaat dari tercukupinya ruang terbuka hijau ini sangat besar. Kualitas lingkungan ekologis di perkotaan meningkat seiring dengan peningkatan kualitas hidup dan kesehatan penduduknya.
Kota Chongqing di China berhasil meningkatkan ruang terbuka hijau hingga dua kali lipat menjadi 16 meter persegi per kapita dengan mengombinasikan antara jalur hijau dan ruang publik dalam 30 tahun terakhir.

Sunday, September 23, 2012

Menikmati Alam Tanpa Merusak Lingkungan



Tahun lalu majalah Time menulis berita mengenai pencemaran sampah yang membuat pulau Bali tak lagi indah. Salah satu penyebabnya adalah perilaku wisatawan yang tidak turut menjaga lingkungan.
Perilaku turis yang tidak ramah lingkungan ini ternyata tidak hanya terjadi di Indonesia. Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Journal of Consumer Research bulan ini menyatakan, perilaku romantis manusia untuk kembali ke alam ini seringkali berdampak buruk terhadap lingkungan.
Robin Canniford dari University of Melbourne dan Avi Shankar dari University of Bath yang menyusun penelitian ini menyatakan, jika manusia atau konsumen menganggap alam hanya sebagai pelarian dari budaya mereka sehari-hari, mereka akan memercepat kerusakan lingkungan.
Hal ini karena konsumen menjadikan alam sebagai tempat bersembunyi dari hiruk pikuk perkotaan serta ketegangan sosial dan seringkali membawa perilaku buruk mereka saat mereka menikmati alam. Hal ini dibuktikan dengan semakin banyaknya aturan hukum dan komersial untuk melindungi lingkungan.

Sunday, May 6, 2012

LatGabNas Arjer MPTMSI

Petualangan di air menjadi salah satu bagian yang tak terpisahkan dari aktivitas organisasi Madyapala UMB, pada kesempatan ini Madyapala UMB ikut serta dalam kegiatan Latihan Arung Jeram Nasional Mapala Perguruan Tinggi Muhammadiyah se-Indonesia yang diselenggarakn Mapala Stiem Palopo pada tanggal 27 April s.d 3 mei 2012 bertempat di sungai Rongkong Desa Parara Kabupaten Palopo Sulawesi Selatan. delegasi dalam kegitan ini saudara Noki "codet" Trian. Pengalaman yang cukup menantang bagi seorang codet karena untuk kali pertamanya melakukan pengarungan